Sunday, December 14, 2014

Cerpen Wirausaha



Anak Manja Harus Sukses


Entah apa yang ada dalam pikirannya semua kegiatannya tak lebih dari merugikan dan membuang buang waktu saja bisa dibilang jadwal hariannya hanya sebuah lingkaran setan yang terus berputar. Kini umurnya sudah tujuhbelas tahun tapi tingkah masih terlihat kekanak kanakan kerjanya hanya bermain menghabiskan uang untuk hobi motornya mungkin wajar Dito berlaku seperti ini dari kecil di keluarganya yang kaya dia sudah diperlakukan bak seorang anak emas. Mungkin ini dilakukan orang tuanya karena mereka terlalu sayang pada Dito, bagaimana tidak sayang Dito adalah anak semata wayang dari pasangan pak Darman dan Bu Dirta.
Jadi wajar kalau tetangga nya juga menjulukinya sebagai anak mami atau anak manja mulai dari makan harus diambilkan baju harus dicucikan malah terkadang lebih merepotkan dari ayahnya yang seorang direktur di sebuah bank. Sehingga ayahnya sering bicara begini
“Kamu ini sudah umur berapa sih cobalah lebih mandiri nak “
Tapi tetap saja tidak akan dihiraukan oleh Dito dia malah asik dengan gadget yang berisikan game. Namun pak Darman dan Bu Dirta tetap masih bersyukur karena Dito masih mau disuruh untuk bersekolah, dan tidak ikut ikutan gaya pergaulan seperti merokok dan narkoba yang sering ada di sekitar golongan anak motor jaman sekarang.
            Disekolah dia termasuk anak yang dikenal bukan karena prestasi tapi karena kehebatanya dalam bergaul seperti anak sekolah lainnya Dito juga memiliki kisah asmara dengan teman perempuanya Cila begitu sapaan nama siswi kelas XI IPA 6  itu . Dito pun sudah lama mengaguminya, untungnya mereka sekelas jadi tak susah untuk mendekati  Cila begitulah pikiran Dito. Bisa dibilang Cila adalah primadona sekolah religius, kecantikan dan kebaikan hati yang terpancar dari sikap dan perilakunya membuat siapa saja suka untuk berteman dan apalagi para siswa semua mengidolakannya.
            Berbagai cara dilakukan Dito untuk bisa dekat dengan  Cila  hingga suatu hari dia beranikan diri untuk menyatakan cinta
“Cila boleh ngomong sesuatu gak ?” ( Momenya udah pas ni gumam Dito dihatinya)
“Iya Dit kenapa...”

“Hmm begini Cila aku mau jujur sebenarnya aku sudah suka sama kamu dari dulu” 
“Kamu mau gak  jadi pacarku ?”
(Cila terdiam sejenak) “maaf Dit aku gak bisa terima kamu”
Itulah jawaban dari Cila yang membuat Dito agak kecewa entah apa yang salah dari kata kata Dito sehingga penolakan harus diterimanya tapi tak apalah
Yaudah Cila makasih udah mau jawab pertanyaan aku maaf ganggu ya.....
Iya Dit makasih nyatain cinta kamu ke aku

ternyata Cila bukan lah cewek yang suka cowok dengan penampilan sembarangan mungkin ini juga yang membuat Dito kalah saing dengan siswa kelas sebelah yang rajin dan selalu rapi walau dari tampang Dito masih menang tapi Cila tetap memilih Beni karena perilakunya yang lebih baik. Memang waktu cepat berlalu seperti membalik selembar kisah dibuku tak terasa Dito sudah kelas duabelas.
            Dit gimana nih sekolah nya tanya ayahnya
            Baik baik aja kok
            Kapan ujian nasional? udah siap, nanti mau masuk PTN mana nih
            Maret , belum sih  aku juga belum tau mau kemana yah
            Gimana kalau Dito belajar bidang Manajemen perusahaan jadi nanti bisa gantiin ayah
            Ah gak keren lah , masa harus lanjutin kerja ayah
Begitulah  respon Dito, sebenarnya ayahnya sudah ingin menurunkan kedudukan kepadanya tetapi dia saja malas jika berurusan dengan usaha ayahnya.
            Kalo begitu gimana kamu buat usaha sendiri jadi enterpreneur aja biar ayah modalin
Tapi selalu ajakan ayahnya itu dianggap sepele . walaupun terlihat nakal tapi Dito bisa lulus juga dari sma dan kebingungan menghampiri kemana akan melanjutkan tapi untung dari relasi ayahnya dengan mudah Dito bisa masuk Universitas ternama melalui jalur Donatur ya benar orang tua Dito harus memberikan Donasi.
            Bak sebuah petir yang menyambar kehati langsung menusuk, ibunya yang dari dulu tak mau memarahinya akhirnya tak dapat terkendali “eh kamu ini mau jadi apa sih semua masih dibawah bimbingan orang tua kamu kan sudah dewasa cobalah mandiri jangan selalu habisin uang ayahmu coba sana cari uang sendiri” akhirnya Pak darman yang harus menenangkan istrinya karena tangan kanannya sudah membekas di pipi Dito.
            Dito terdiam dan lalu meminta maaf setelah kejadian itu dia menjadi anak yang benar benar berubah jalur dari sebelumnya sampai video game pun dia tinggalkan. Sepulang kuliah dia berpikir bagaimana menjawab tantangan ibunya, dia harus buktikan dia anak yang berguna sampai munculah ide untuk membuat cucian motor dan mobil karena teringat hobi otomotif nya dulu . Saat pulang tiba tiba dia hampiri ayahnya 
            Yah tolong pinjami dito uang untuk buka usaha
            Kamu serius tanya ayahnya oke ayah pinjamkan
Tak lama Sudah ada modal yang cukup di rekening bank milik Dito tanpa campur tangan ayah nya semua dilakukan mulai dari pencarian tempat dan karyawan serta pengurusan izin  dalam sebulan sudah berdiri sebuah cucian berkelas dikawasan yang sangat strategis DITO wash  itulah nama cuciannya. Tapi memang benar kata orang menjadi pengusaha tidaklah mudah baru beberapa bulan bukan keuntungan tapi kerugian karena terlihat karyawan banyak yang malas malasan dan pelayanan kurang bagus sehingga dia harus mencari karyawan yang baru dan disinilah ada istilah perkataan orang tua itu benar dia pun merasa beruntung sudah berada di bidang manajemen dari awalnya tak peduli dengan kuliahnya dia mulai menerapkan ilmu kuliahya.
Memang tak semudah membalik telapak tangan  Dito harus mulai membangun usahanya kembali sehingga waktu bermainnya dan bersama teman teman nya berkurang belum lagi beberapa temannya juga sering mengejek usahanya tapi ia semakin teguh pendirian . Tak perlu lama waktu tiga bulan dia sudah membangun kembali usaha cuciannya
            Dan ada sedikit perubahan pada nama menjadi DTO wash dan hebatnya dalam beberapa minggu sudah banyak pelanggan yang puas dengan pelayanan dan belum lagi di tambah adanya undian dari kupon cucian yang di sediakan dalam enam bulan sudah berdiri 20 cabang keuntungannya sudah besar 20.000.000 per cabang setiap bulan dari situlah ada keyakinan membuka cabang lagi sampai 100 cabang sudah bisa dibilang dia raja cucian mobil dan motor di kota ini. dulunya teman yang mengejek merasa malu karena harus mencuci di cucian motornya tapi memang Dito tak pernah memiliki rasa dendam dia tak membedakan teman nya dari pelanggan lain.  Dia pun sudah lama tidak memberitahu apa usahanya pada ayahnya hanya saja namanya ayah pasti percaya dengan anaknya hingga suatu hari Dito gimana nak kamu masih suka main motor kalo boleh ayah saranin cuci motor di DTO wash aja disana pelayanan nya bagus cabangnya juga banyak ayah barusan nyuci disana.
Wah makasih infonya yah dia tersenyum malu, eh kenapa kamu, sekarang ayah mau nanya usaha kamu itu gimana kabarnya? bagus kok yah untung nya juga lumayan dari dulu namanya aja ayah gak tau kapan mau kasih tau ? oh namanya DTO wash yah ,ah yang benar kamu, iya gak bohong kok serentak sang ayah bahagia memeluk Dito dan memanggil ibunya  di dapur untuk memberitahu kesuksesan anaknya  wah kamu hebat yah ayah bangga sama kamu iya ini kan berkat doa ibu dan ayah juga sekarang semua seperti berubah Dito semakin fokus dengan bisnis dan kuliahnya dan selalu satu kalimat yang dia pegang “anak manja harus sukses karena kalau sukses kan bisa manjain diri sendiri”  begitu katanya.